Tuesday, 6 February 2018

POP LOVE CAKE

Hari Sabtu yang hanya ku isi dengan berdiam diri di kamar, membuatku bosan. Iseng iseng membayangkan
dia disana, memikirkan apa yang sedang dia pikirkan.

“dia pasti sekarang lagi sibuk banget nyiapin senjata buat persiapan perang nanti deh” bayangan yang muncul di dalam pikiranku. Setahuku dia akan mengikuti peperangan di tanah orang dalam waktu dekat ini, tapi aku belum tahu tanggal pastinya kapan dia akan berangkat.


Teringat aku dengan kalimatnya yang dia tulis di jejaring sosial I need Special Spirit. ” entah ide aneh dari mana, tiba-tiba terlintas keinginan untuk mewujudkan kalimatnya itu :D


x


“aku kan suka buat kue, kenapa gak aku buatin dia kue? Siapa tau dia jadi semangat ? :D ” entah bisikan siapa pula, sehingga aku bisa berpikir sedemikian percaya dirinya.

“Kue apa?” tak perlu berjam-jam untuk memikirkannya, entah perintah siapa pula, aku langsung memilih kue yang akan aku buatkan untuknya. “POP CAKE :D !!!”

“kapan ?” beberapa malam yang lalu, aku sempat ngobrol-ngobrol dengannya melalui pesan singkat, tanpa memberikan identitasku, aku takut kalau dia tau orang yang mengirim sms itu adalah aku, dia tidak akan menanggapinya atau dia makin ilfeel dengan aku, jadi ku pikir dia tidak tahu kalau aku yang mengirim sms itu Dan dari situ aku mendapat informasi kapan dia akan berangkat untuk “perang”.

“jangan buat hari ini !! akan tidak enak rasanya ketika kue itu aku berikan. Terlalu lama” karna dia berangkat hari Senin, aku putuskan untuk membuat kue itu keesokan harinya. Minggu siang :D

“Yup!! Minggu siang. Waktu yang tepat. Tidak terlalu lama jika aku berikan hari senin” tak sabar aku menanti hari Minggu. Selesai memikirkan ide gila itu, Selanjutnya aku melanjutkan berdiam diri di kamar, menunggu Minggu siang :D


***


“Yeay! Sunday !! I just waiting for it !!” akhirnya Minggu juga. Karena tidak sabar, pukul 9 pagi aku sudah berburu bahan-bahan yang ku perlukan. Dengan menunggangi si Supri, sepeda motorku :D

“kemana ya?” bingung mencari tempat yang menyediakan bahan-bahan kue yang kuperlukan. Bersama Supri aku berburu mulai dari pasar sekitar sawojajar, sampai pasar besar. Kasihan si Supri :D

Hampir semua toko yang kucurigai menjual bahan-bahan kue, aku hampiri satu satu, kutanyakan kepada penjualnya bahan kue yang ku perlukan. Hasilnya nihil. Sawojajar finish !! HASIL = NIHIL L !!

Kuajak si Supri untuk mengubah haluan kearah pasar besar. Dari bayangan yang jatuh, aku tebak sekarang sudah pukul 10.30 siang. Hari sudah panas. Aku dan Supri tetap berusaha. Semangat Supri :D !!

“Aah!!” teringat aku akan sebuah toko yang cukup besar di daerah pasar besar. Kalau tidak salah, aku pernah melihat ada tulisan di dinding toko tersebut “Menjual peralatan, bahan kue, dll”

Langsung aku dan Supri menuju tempat itu. Di perjalan aku berdoa agar aku bisa menemukan toko itu dan berharap toko itu sudah beroperasi.
“dimana yaa?” sedikit lupa tempatnya. 1 jam lebih aku mencari-cari. Akhirnya, “Aaah!! Ini dia !!” ketemu juga akhirnya. Huff legaa. Tokonya ditemukan dan tokonya sedang beroperasi :D

Langsung saja aku masuk. Dengan bersemangat ku parkir Supri bersama teman-temannya. Sedikit terlukis senyuman di wajahku Jkarna berhasil menemukan tempatnya

pertama ku buka pintu toko itu aku langsung terkesima “waaaaah !! tokonya kereen. Bahan dan alat apapun ada di dalamnya :D “ makin jelas lukisan senyum di wajahku :D

Kenapa dari dulu aku tidak ke toko ini saja? Selama ini, aku susah payah membuang makanan Supri, tetapi aku hanya dapat bahan berkualitas biasa dan tidak ada berbagai pilihan bahan L

“dimana ya?” karna ini pertama kalinya bagiku, aku langsung bertanya kepada salah satu karyawan toko itu.

“Mba, ada cream cheese?”
“ada, mari ikut saya ” Aseeeeek!! Ketemu :D !!

Mba-nya hanya menunjukan daerah cream cheese di letakan. Aku yang belum tau wujud cream cheese mendapat kesulitan untuk menemukannya, aku berputar-putar di daerah itu saja. Tidak juga ku temukan.

Lelah mencari dan takut di curigai mencuri, akhirnya kutanyakan kepada salah satu pengunjung toko itu

“maaf bu, cream cheese itu yang mana yaa?”
Sambil mencari, “yang ini mba J
“aah!! Makasih bu J.” yeay!! 1st mission success !!            

Masih senang berada di toko itu, aku iseng melihat-lihat isi toko itu. ”Oh ya!! ” hampir lupa. Coklat blok!! Itu hal yang penting juga !! langsung ku cari coklatnya di toko itu pula :D

“yang mana?” ada banyak jenis coklat. Aku bingung coklat mana yang cocok digunakan sebagai pelapis? Mataku kubiarkan berburu dengan sendirinya. Ketemu !! ada tulisan “cocok sebagai pelapis kue”. Yes !

Di toko ini banyak hiasan hiasan kue yang cantik. Ada satu hiasan yang menarik perhatianku. Sprinkle berbentuk hati yang berwarna warni. Lucu banget :D tapi sayaaang budget tidak mencukupi. Yaaaaah L

Selanjutnya, aku membeli paper cup kue, tidak ada yang seukuran dengan keinginanku. Sekalipun ada, giliran harganya yang tidak sesuai dengan keinginanku. Kupilih yang paling mendekati saja akhirnya. Aku juga membeli bahan tambahan lainnya

Aku pergi ke kasir, dan berdoa agar total harganya sesuai dengan budget :D. saat barangku di hitung, aku harap harap cemas.

“semuanya Rp.**.000,00 mba ” Alhamdulillah cukup !! :D

Kujemput si Supri yang hampir saja aku lupakan, karna tadi terlalu asik memilih bahan. Kasihan si Supri, dia kepanasan :D.

“ayo Supri, kita capcussss!!” ku bayar harga sewa parkir. Dan segera pulang

Dari bayangan yang jatuh aku tebak hari sudah pukul 12.30 siang. Perjuanganku dan Supri belum berhenti ternyata. Di jalanan saat menuju rumah, matahari sedang gencar-gencarnya melemparkan serangannya ke bumi. Kakiku sudah terasa kering, panas sekali.Ditambah aku berada di daerah pasar.

Setelah melewati amukan matahari saat menuju rumuah, akhirnya Sampai juga di rumahku. Haaaaaah, lega rasanya. Tugas Supri selesai sampai di disini. Aku keluarkan semua bahan yang kubeli tadi. Dan bodohnya aku lupa membeli bahan utamanya. “BODOOHH !!”

Segera aku pergi ke minimarket terdekat, Giant sawojajar. Ku beli Oreo 2 bungkus besar. Sedang ada promo! Beli 2 Oreo gratis susu Ultra J.  **Susunya buat aku aja yaaa ? Oreo-nya buat kamu J

Perjalanan hampir sampai di rumah, aku teringat kalau aku mausih kurang 1 bahan lagi. Astagaaaaa !! untungnya itu bukan bahan utama. Aku lupa tentang Coklat putih-nya !!

“ah, itu bisa ku beli nanti. Ketika kue-nya sudah siap J” ku keluarkan Oreo dan ku kumpulkan dengan bahan bahan yang kubeli sebelumnya.

“Mih, ada blender gak?”
 “gak ada. Punya kita udah di rusakin sama tetangga sebelah”. Yaaah L.

Mau tak mau harus ku hancurkan Oreo itu secara manual akhirnya.

Kupikirkan cara cepat untuk membuat oreo itu hancur. Kubanting keras kelantai, tapi yang ada malah bungkusnya yang hancur total dan oreo-nya hanya cedera sedikit. Akhirnya kuhancurkan oreo itu benar benar manual. Pakai kedua tanganku sendiri T_T

1st oreo, bungkusnya kubuka salah satu ujungnya, ku keluarkan isinya setengah bagian dan mulailah aku memijit setengah oreo yang tersisa. Susah ternyata. Oreo-nya keras, tanganku sakit sampai merah.

Setelah oreo pertama bagian pertama selesai, ku keluarkan remukan oreo itu ke mangkok kosong, dan selanjutnya ku masukan oreo pertama bagian kedua kedalam bungkusnya lagi, dan kuhancurkan lagi dan dengan tangan ku sendiri T_T. Kuulangi terus hingga oreo yang kedua juga hancur. Tanganku benar benar merah ! dan sedikit sakit. Tapi ketika aku membayangkan ekspresi yang akan terlukis diwajahnya, rasa sakitnya tak terasa lagi :D hehehe

**Lihatlah, aku tersenyum lagi sekarang! Aku selalu tersenyum jika memikirkanmu. Aku takut ketika aku mencapai puncaknya aku jadi gila.

Selesai perjuanganku untuk menghancurkan oreo, sekarang kucampur cream cheese dan bahan lainnya dengan oreonya. Ku Tim Coklat pelapis hingga benar benar cair.  Sambil menunggu coklatnya cair, aku bagi oreonya menjadi bulatan kecil-kecil.

Kucelupkan bulatan oreo yang tadi kubuat kedalam coklat yang sudah di tim secara satu persatu. Setelah itu, oreo yang sudah di balut dengan coklat Ku taruh di atas piring. Semua bulatan itu ku celupkan ke coklat dan ku taruh di piring.

Kutunggu hingga dingin. Ku coba mengangkat salah satu popcake-nya. Daaaa...an


HANCUR !!


bodoh !! aku lupa mengolesi piringnya dengan mentega dan gula halus. Jelas kue-nya lengket dengan piringnya.

Kuambil lagi semua kue-nya. Dan semua kue-nya jadi hancur. Tak berbentuk bulat lagi L ku benahi bentuknya pelan-pelan, karna tekstur kue-nya lembut, mudah hancur.

Setelah kubenahi bentuknya satu per satu. Coklat pelapis yang tadi kini sudah mengering, ku Tim lagi agar mencair. Kucelupkan lagi oreo-nya. Kali ini, kupastikan piringnya sudah ku olesi dengan margarine dan gula halus.

Dan Success !!! syukurlaaaah .... Walaupun bentuknya tak bisa benar-benar bulat lagi dan bentuknya tak ada dalam daftar bangun ruang, tapi setidaknya mendekati bentuk bulat :D kupilih beberapa bentuk yang terbaik. Di tempat kue-nya ku taruh papercup. Kue yang sudah kupilih tadi kutaruh di atas papercupnya. Kususun dengan rapih :D

Sengaja kubuat salah satu kue dengan ukuran besar. Maksudku adalah untuk membuat bentuk wajah dia yang sedang tersenyum Juntuk kutaruh di pojok kanan bawah.

FINISH !!! popcake ala azalika udah jadi. Sekarang tinggal membuat hiasan yang menjadi inti kue itu aku buat :D

Ku ajak lagi Supri untuk membeli white chocolate, di salah satu toko di pasar sawojajar. Aku harap harap cemas. Takut toko itu tidak menyediakan coklat putih.

Toko itu menyediakan ternyata, kubeli secukupnya. Lalu dengan segera aku pulang. Di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan deras. Aku dan Supri berjuang melawan topan badai yang menghalangi kami ke rumah. Ku terobos hujan, dan pulang dalam keadaan basah kuyup :D

Masih dalam keadaan basah kuyup, dengan semangat Ku tim coklat putih itu. Sambil menunggu cair, aku mencari plastic cetak. Untuk memudahkan proses penulisan di atas kue-nya nanti.

Setelah cair, segera kumasukan kedalam plastic cetak, selagi panas, aku ukir satu kue untuk satu huruf J “S” “E” “M” “A” “N” “G” “A” “T” “!”“!”“:)” lagi lagi bentuknya absurb, tidak jelas dan susah di identifikasi

Kue terakhir yang paling besar tadi, kubuat emotion smile dengan rambut keriting. Maksudnya itu wajah dia lagi senyum, tapi kenapa malah yang kubuat wajah monster? Aku memang masih amatir.

Membuat kue dan menghiasnya sudah selesai J dengan banyak perjuangan dan ke-gagalan. Semoga saat melihat bentuknya dia tidak makin kehilangan semangatnya.


***


Setelah semua itu selesai, aku bingung bagaimana caranya aku memberikan kue ini kepadanya? Aku takut dan aku malu.

“ Sesil !! ” entah jawaban darimana, aku langsung mendapat ide yang lumayan bagus. Ku kirim Sesil pesan singkat yang isinya kurang lebih seperti ini :

Sil, lo temen gue kaan?”
“iya”
“tolongin gue mau?”

“hah? Lontong? Gue gak jual bakso zal.
Gak gak canda zal. Minta tolong apa say?”  #ini Si Sesil budek apa buta?!!

“nanti aku nitip sesuatu buat dia ke kamu boleh?”
“hayooo apaan?”
“adalaaah… nanti lo juga tau kok. Jam 7 aku berangkat ya Sil ?”
“yuhuuu.. J ”

Kutunggu jarum pendek di jam dindingku menunjuk kearah 7. Ternyata di luar sedang hujan, ku tunggu hingga hujannya reda. Tetapi sampai jam 7 lewat hujannya tak mau berhenti. Hanya tinggal gerimis, kupaksakan untuk berangkat.

Malem-malem kerumah Sesil, ditambah sedikit hujan, suasananya terasa menyeramkan. Melewati hutan yang gelap tanpa penerangan, dan situasinya seperti bekas penjajahan Belanda. Ditambah aku hanya berdua sama si Supri.

Pikiran dan bayangan aneh wara wiri di pikiranku, takut ada makhluk astral, takut di ketemu dan di gangguin preman, taku terjadi hal yang buruk. Semua itu berusaha aku tangkis dan tetap fokus dengan tujuan awalku, memberinya semangat :D. Dengan begitu aku sedikit merasa lebih berani.


***


Kuserahkan pada Sesil, sekotak coklat yang ku buat dengan penuh perjuangan dan kegagalan tadi dan secarik surat abal-abal yang juga aku buat sendiri covernya.

Sebelum menyerahkannya pada Sesil, sebenarnya aku berniat untuk mendokumentasikan coklat dan suratnya, tetapi karna terlalu terburu-buru dan bersemangat, aku lupa :D

Setelah menyerahkannya kepada Sesil, di rumah aku mengirimi Sesil pesan singkat lagi.

Sil, tolong fotoin doong :D”
“tanpa lo suruh juga udah gue lakuin zal :D”
“hehhehe makasih Sil J

Awalnya Si Sesil hanya foto coklatnya saja karna dia tidak berani membuka suratku, tapi setelah kusuruh ,dia berani dan mendokumentasikannya J

Hehehe, bingung memilih kata-kata yang bisa memberikan semangat. Aku bener-bener gak tau harus nulis apa, aku harus mengulang beberapa kali dan membuang beberapa kertas begitu saja, hanya untuk mendapatkan kata-kata yang bagus tapi gak buat dia makin ilfeel sama aku, karna jujur saja, aku bukanlah orang yang pintar bermain dengan kata kata.

Akhirnya kata kata bodoh ini yang bisa ku buat. Entah bisa membuat dia semangat atau malah membuat dia kehilangan semangatnya.

Aku takut dia jadi ilfeel denganku, aku hanya ingin membantunya, dan juga karena beberapa minggu yang lalu dia pernah membantuku, jadi aku ingin bisa membantu dia juga :D


***


Deg degan banget nunggu hari senin 4 Maret. Takut sama respon dia ke aku nantinya.

Ketika sampai di sekolah, aku langsung kekelas Sesil, saat itu keadaan sekolah sedang mengadakan try out ke 3.

Sambil ngorbol ngorbol sama Sesil dan temen temen lainnya, 30 menit kemudian dia datang. Langsung aku pergi dari kelasnya Sesil. Dan sumpaaaaaaah, aku lost of control. Aku jingkrak jingkrak sendiri di ruangan T.O aku.

“kamu kenapa sih zaal ?” itulah yang di katakan tiap orang yang melihat tingkah aneh ku, yang aku sendiri juga gak tau kenapa bisa seperti itu. Aku keluar masuk kelas sambil ngos ngosan, jujur aja tiba-tiba aku lupa bagaimana caranya bernapas. Aku takut dengan hasil yang akan dia kasih ke aku.

Aku takut dia gak suka, aku takut dia marah, aku takut dia tambah ilfeel sama aku, aku takut dia bakal jauhin aku setelah aku ngelakuin itu. Pikran pikiran negatif berputar putar di otakku.

Selesai T.O, aku pikir dia sudah berangkat ke medan perang, saat aku ingin pergi ke kelasku di atas, di tangga menuju kelasku, terjadi hal yang mengejutkan untukku.
Aku bertemu dengannya !!! di tangga menuju kelas 3 IPS 3. Shock, kaget, takut, dan malu. Reflect aku langsung menundukan kepala, menghindari tatapan langsung dengan dia.

Sampai di atas, kelasku ternyata masih di pakai untuk try out kelas lain. Aku diajak ke kantin oleh temanku, ReriHal yang tidak di ingikan terjadi lagi !! Ketika menuju ke kantin aku bertemu dengannya lagi di koridor bawah. “OMG mati gaya gue !”.

Kantin adalah tempat yang aman, aku yakin dia gak akan ke kantin, karna dia sedang bersiap siap untuk berangkat, gak mungkin diasantai santai di kantin.

Saat di kantin tiba-tiba teman temanku mengajakku ke uks, mau nimbang berat badan katanya. Aku menyarankan ke uks lewat jalan memutar, lewat lapangan upacara, maksudku agar aku tidak bisa bertemu dengannya.

Aduh... lagi-lagi pilihan yang salah. Ternyata, dia malah ada di depan ruangan Humas, aku malah jadi bertatapan lurus dengan dia T_T “kenapa ketika di cari, gak pernah ketemu, tapi giliran dihindari selalu ketemu?!!”

Selesai dari uks, kita ke kantin lagi untuk santai-santai setelah mengerjakan soal try out, setelah itu balik ke kelas lagi. Menuju kelas aku teringat, kunci motorku tertinggal di ruang T.O tadi. Aku berlari ke ruang T.O ku tadi sendirian dan meninggalkan Reri yang menungguku di kantin.

Setelah mendapatkan kunci motorku, Aku menghampiri Reri ke kantin

“ayo Rer, ke kelas”
“lurus aja ya Rer

aku menghindari lewat tangga yang ke menuju kelas 3 IPS 3 . Karena aku pikir aku akan bertemu dengannya lagi kalau aku  lewat tangga 3 IPS 3 makanya aku menghindari jalur itu. Ternyata pikiranku tepat !!! Tepat SALAH TOTAL !!!
Justru aku bertemu dengannya, di koridor kelas 2 samping ruang guru dan saat itu sepi banget, hanya ada kita bertiga, Reri yang di belakangku, aku dan kamu yang berjalan ke arahku, jujur pas liat kamu di depan mata, aku mati gaya, tapi untungnya masih bisa aku alihkan, aku menundukan kepalaku, karna jujur saja aku tidak  berani menatap dia.
Dia datang sambil membawa alat peraga anatomi tubuh manusia, dan ketika posisinya tepat ada disamping aku tiba-tiba dia bilang

“eh zal, makasih yaa :) 

Aku masih tak sadarkan diri, beberapa detik kemudian ketika tersadar, aku hanya bisa menjawab

“ah? eh? Eh? Iyaaa :o ” dengan nada orang bodoh sambil melanjutkan perjalan menahan teriakan dan menahan nafas.

Si Reri yang ada di belakangku saat kejadian, langsung penasaran.
“haah zal? Emang lo ngasih dia apa?!”

Si Reri yang penasaran mengejarku dan tak ku tanggapi pertanyaannya, mungkin terlalu tiba-tiba aku jadi speachless sampai aku tak sadar apa yang orang katakan padaku.

Aku tinggal Reri pergi ke arah tangga, dan ketika di tangga aku jongkok seperti seorang anak kecil yang menahan poop-nya dan berusaha untuk menarik nafas sebanyak banyaknya, karna bingung harus berbuat apa, karna aku tiba tiba lupa bagaimana caranya berjalan, bagaimana caranya bernapas bagaimana caranya berbicara. Jujur semua badanku terasa aneh, si Reri teruuuus aja menanyakan dan aku teruuuus aja tidak menjawab :D (maaf )

Setelah sekian detik, ketika aku sudah agak bisa mengontrol diri, Aku lanjutkan naik tangga 3 IPA 3 dan langsung cari ke 4 sahabatku :D

Aku cerita cerita, dan malah mereka yang jauh lebih heboh dari pada aku !! aku ngumpet dari amukan temen-temen ku yang super heboh di tikungan 3 IPA 3 yang menuju tangga ke kelas 2, temen temen tetap mengejar aku dan nyamperin Aku, dan ketika aku pengen kabur ke bawah, tiba-tiba dia muncul di depan mata. Shock, salting, dan malu, aku malah mengurungkan niat buat turun dan putar balik ke kelas 3 IPA 3 dengan gaya paling bodooooooh !!!!

** Benar dugaanku sebelumnya. Ketika sampai di puncak aku jadi gila !!




**SEKIAN**

No comments:

Post a Comment